Oleh: Syafi'i Adrad
Abbas el-Aqad, 7 September 2003
Dari satu kemaslahatan yang tidak ada dua perbedaan di dalamnya, yaitu bahwa ukhuwah Islamiyah adalah suatu mufakat yang paling benar, bila mana berhak untuk diketahui dalam setiap perkumpulan dan ikatan. Maka sesungguhnya ikatan ini akan membawa kepada pembinaan izzah (semangat) dan kemuliaan menuju pencapaian hasil yang paling baik dan utama, serta sebuah keberhasilan yang besar.
Untuk itu, ada beberapa macam buah keberhasilan suatu pesaudaraan yang berlandaskan ukhuwah Islamiyah.
1. menguatkan persatuan berpegang kepada ajaran Islam.
persatuan yang berpegang kepada ajaran Islam, pada hakikatnya menyatukan pertalian dengan akidah rabbani, dan berdiri di atas ikatan ketakwaan. Karena syi'ar ukhuwah Islamiyah terus berlangsung dan tidak akan pernah berganti, "innamal mu'minuna ikhwatun," Sesungguhnya orang-orang muknin itu bersaudara." Serta permulaan yang tetap kepada ketakwaan yang tidak akan pernah berubah. " inna akromakun 'indallahi at qokum," sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."
Dari hal ini dapat dipahami bahwa Islam dengan peraturannya yang sempurna. Memperlihatkan dengan amal perbuatan petanda ketaatan yang menyeluruh. Menghargai setiap dakwah kepada ikatan ras, keturunan, suku, mushoharah (kekeluargaan melalui perkawinan), negara, dan kerja sama. Dalam surat at-Taubah ayat 24 Allah berfirman :
" Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudar-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan Allah, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
Jelaslah dalam keterangan ini:
Dalam perkataan, Bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, menunjukkan kepada ikatan ras dan keturunan.
Dalam perkaan, isteri-isteri, menunjukkan kepada ikatan mushoharah (kekeluargaan melalui perkawinan).
Kaum keluargamu, menunjukkan kepada ikatan kaum sanak kerabat.
Harta kekayaan yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, menunjukkan kepada ikatan kemaslahatan.
Dan dalam perkataan, "dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai," menunjukkan kepada ikatan wathaniyah (kenegaraan).
Dari ayat ini dapat dipahami maknanya berulang-ulang, bahwa setiap muslim pada hakikatnya : dalam menghargai ikatan ras, keturunan, mushoharah, kaum kerabat, dan kemaslahatan baik perekonomian maupun kenegaraan di atas akidah ukhuwah Islamiyah merupakan suatu penyimpangan dan kesesatan, dan keluar dari ajaran agama Islam, maka dari itu tunggulah azab dari Allah, maka Allah sekali-kali tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Sebagai penuntut ilmu, hendaknya menyadari arti jihad di jalan Allah. Yang mana tantangan jihad ini penuh aral yang merintang. Merupakan suatu perjalanan dan perjuangan yang panjang telah terbentang di hadapan untuk dilalui.
2. Penyebaran Islam hingga ke pelosok negeri.
Tidaklah ada lagi keraguan bahwa ukhuwah Islamiyah bilamana berdiri di atas pondasi pemahaman akidah rabbani dan ikatan keislaman, sehingga apabila sahabatnya ingin ikut serta dalam pembebasan dari kezaliman, maka diwajibkan untuk berjihad dengan menanamkan kesungguhan dan keoptimisan. Tampaklah nantinya tersebar risalah Islam di muka bumi, akhinya cahaya keislaman akan terpancar dengan sinaran kecemerlangan, menerangi kegelapan dan kezaliman, lantas tersuluhlah di setiap hati insan berdosa untuk kembali ke jalan ilahi.
Kutipan- al-ikhwah al-islamiyah,
fadhilah ust. Abdullah Nasih 'ulwan
Posted at 01:10 am by s-adrad