Allahumma balighna fi rojaba wa sya'ban wa balighna Romadon.
Sebentar lagi bulan yang penuh berkah kan menjelma lagi. Tak tersa setahun penuh kita telah lalui jalan kehidupan, dan sebentar lagi saatnya akan tiba. Bulan penuh ampunan akan kita kecapi. Persiapan demi persiapan perlu lebih matang. Ramadan bulan perjuangan tingkat kan iman, perlu dibumbuhi dengan pupuk pengorbanan suci, dihiasi dalam hati dengan membina kesungguhan dan keikhlasan.
dini perlu ditanamkan rasa kesabaran yang tinggi. semuanya perlu diraih dengan penuh pengorbanan. Nafsu tunduk patuh terkendali. Keridhaan bukanlah suatu kemudahan capai gelaran kehormatan.
Begitu beruntung bagi kita sebagai hamba Allah yang sudah pasti banyak melakukan kesalahan dan dosa. Dan barang tentu Allah Maha Pengampun buat hamba-hambaNya semua, tak kaya, tak miskin, pangkat ataupun jabatan pasti Allah akan melihat ketakwaan. dega badah ini pasti tentunya kita akan mengejar nilai ketakwaan.
Kadang kita sebagai manusia jarang untuk selalu menjadi hamba yang bersyukur. Kalau dipikir-pikir secara mendalam makna puasa di bulan ramadan ini, pastilah abadah ini merupakan suatu pekerjaan yang tulus ikhlas bagi hamba-hambaNya. dengan ini Allah mengajarkan kita untuk menumbuhkan sifat ikhlas yang mendalam.
Untuk melangkah ke depan. Marilah kita mulai pada diri kita sendiri untuk menyiapkan kedatangan tamu agung ini denag hati dan niat yang ikhlas, sejernih mungkin, seperti jernihnya air yang keluar dari mata air. Sungguh sedikit kelihatannya, namun, dia bisa memberikan secara berkesinambungan, dan hendaknya keikhlasan kita bisa secara demiakin hingga akhirnya.
Selamat beramal kebaikan.
Ya Ayyuhallazdina Amanu, kutiba 'alaikumushiyam, kama kutiba 'alalladzina min qoblikumla'allakum tattaqun. (Al-Baqarah 133)
Posted at 01:09 am by s-adrad