<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>syafii</title>
    <link>http://syafii-a.blogdrive.com/</link>
    <description>Hidup MULIA atau Mati sebagai SYUHADA</description>
    <lastBuildDate>Thu, 19 Feb 2009 01:40:00 PST</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2009.</copyright>
    <category>Family &amp; Home</category>
    <category>Animation</category>
    <category>Writing</category>
    <item>
      <title>22 Akibat Maksiat</title>
      <link>http://syafii-a.blogdrive.com/archive/34.html</link>
      <pubDate>Thu, 19 Feb 2009 09:37:05 GMT</pubDate>
      <description>&lt;div class=&quot;snap_preview&quot;&gt;&lt;p&gt;Tahukah Anda sekalian apa akibat yang akan
menimpa diri kita jika kita melakukan maksiat? Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
telah meneliti tentang hal ini. Menurutnya, ada 22 akibat yang akan
menimpa diri kita. Karena itu, renungkahlah, wahai orang-orang yang
berakal!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat yang pertama adalah maksiat akan menghalangi diri kita untuk mendapatkan ilmu pengetahuan&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;arabic&quot;&gt;&lt;br&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Tapi ketahuilah,
kemaksiatan dalam hati kita dapat menghalangi dan memadamkan cahaya
itu. Suatu ketika Imam Malik melihat kecerdasan dan daya hafal Imam
Syafi’i yang luar biasa. Imam Malik berkata, “Aku melihat Allah telah
menyiratkan dan memberikan cahaya di hatimu, wahai anakku. Janganlah
engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perhatikan, wahai Saudaraku sekalian, Imam Malik menunjukkan kepada
kita bahwa pintu ilmu pengetahuan akan tertutup dari hati kita jika
kita melakukan maksiat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat yang kedua adalah maksiat akan menghalangi Rezeki&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;arabic&quot;&gt;&lt;br&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkan
ketakwaan berarti menimbulkan kefakiran. Rasulullah saw. pernah
bersabda, “&lt;em&gt;Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya.” &lt;/em&gt;(HR. Ahmad)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena itu, wahai Saudaraku sekalian, kita harus meyakini bahwa
takwa adalah penyebab yang akan mendatangkan rezeki dan memudahkan
rezeki kita. Jika saat ini kita merasakan betapa sulitnya mendapatkan
rezeki Allah, maka tinggalkan kemaksiatan! Jangan kita penuhi jiwa kita
dengan debu-debu maksiat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat ketiga, maksiat membuat kita berjarak dengan Allah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang mengeluh kepada seorang arif
tentang kesunyian jiwanya. Sang arif berpesan, “Jika kegersangan hatimu
akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah perbuatan dosa itu. Dalam hati
kita, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa di
atas dosa.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat maksiat yang keempat adalah kita akan punya jarak dengan orang-orang baik.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semakin banyak dan semakin berat maksiat yang kita lakukan, akan
semakin jauh pula jarak kita dengan orang-orang baik. Sungguh jiwa kita
akan kesepian. Sunyi. Dan jiwa kita yang gersang tanpa sentuhan
orang-orang baik itu, akan berdampak pada hubungan kita dengan
keluarga, istri, anak-anak, dan bahkan hati nuraninya sendiri. Seorang
salaf berkata, “Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, maka aku
lihat pengaruhnya pada perilaku binatang (kendaraan) dan istriku.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat kelima, maksiat membuat sulit semua urusan kit&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;arabic&quot;&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka kemaksiatan akan
mempesulit segala urusan pelakunya. Ketaatan adalah cahaya, sedangkan
maksiat adalah gelap gulita. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Sesungguhnya
perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada
hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu
mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan
di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Begitulah, wahai Saudaraku, jika kita gemar bermaksiat, semua urusan
kita akan menjadi sulit karena semua makhluk di alam semesta benci pada
diri kita. Air yang kita minum tidak ridha kita minum. Makanan yang
kita makan tidak suka kita makan. Orang-orang tidak mau berurusan
dengan kita karena benci.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat keenam, maksiat melemahkan hati dan badan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika
hatinya kuat, maka kuatlah badannya. Tapi pelaku maksiat, meskipun
badannya kuat, sesungguhnya dia sangat lemah. Tidak ada kekuatan dalam
dirinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wahai Saudaraku, lihatlah bagaimana menyatunya kekuatan fisik dan
hati kaum muslimin pada diri generasi pertama. Para sahabat berhasil
mengalahkan kekuatan fisik tentara bangsa Persia dan Romawi padahal
para sahabat berperang dalam keadaan berpuasa!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat maksiat yang ketujuh adalah kita terhalang untuk taat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Orang yang melakukan dosa dan maksiat cenderung untuk tidak taat.
Orang yang berbuat masiat seperti orang yang satu kali makan, tetapi
mengalami sakit berkepanjangan. Sakit itu menghalanginya dari memakan
makanan lain yang lebih baik. Begitulah. Jika kita hobi berbuat masiat,
kita akan terhalang untuk berbuat taat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Maksiat memperpendek umur dan menghapus keberkahan&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Ini akibat maksiat yang kedelapan. Pada dasarnya, umur manusia dihitung
dari masa hidupnya. Padahal, tidak ada kehidupan kecuali jika hidup itu
dihabiskan untuk ketaatan, ibadah, cinta, dan dzikir kepada Allah serta
mencari keridhaan-Nya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika usia kita saat ini 40 tahun. Tiga per empatnya kita isi dengan
maksiat. Dalam kacamata iman, usia kita tak lebih hanya 10 tahun saja.
Yang 30 tahun adalah kesia-siaan dan tidak memberi berkah sedikitpun.
Inilah maksud pendeknya umur pelaku maksiat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sementara, Imam Nawawi yang hanya diberi usia 30 tahun oleh Allah
swt. Usianya begitu panjang. Sebab, hidupnya meski pendek namun berkah.
Kitab Riyadhush Shalihin dan Hadits Arbain yang ditulisnya memberinya
keberkahan dan usia yang panjang, sebab dibaca oleh manusia dari
generasi ke generasi hingga saat ini dan mungkin generasi yang akan
datang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat kesembilan, maksiat menumbuhkan maksiat lain&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;arabic&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seorang ulama salaf berkata, jika seorang hamba melakukan kebaikan,
maka hal tersebut akan mendorongnya untuk melakukan kebaikan yang lain
dan seterusnya. Dan jika seorang hamba melakukan keburukan, maka dia
pun akan cenderung untuk melakukan keburukan yang lain sehingga
keburukan itu menjadi kebiasaan bagi pelakunya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena itu, hati-hatilah, Saudaraku. Jangan sekali-kali mencoba
berbuat maksiat. Kalian akan ketagihan dan tidak bisa lagi berhenti
jika sudah jadi kebiasaan!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Maksiat mematikan bisikan hati nurani&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ini akibat berbuat maksiat yang kesepuluh. Maksiat dapat melemahkan
hati dari kebaikan. Dan sebaliknya, akan menguatkan kehendak untuk
berbuat maksiat yang lain. Maksiat pun dapat memutuskan keinginan hati
untuk bertobat. Inilah yang menjadikan penyakit hati paling besar: kita
tidak bisa mengendalikan hati kita sendiri. Hati kita menjadi liar
mengikuti jejak maksiat ke maksiat yang lain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jika sudah seperti itu, hati kita akan melihat maksiat begitu indah. Tidak ada keburukan sama sekali&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Itulah akibat maksiat yang kesebelas. Tidak ada lagi rasa malu
ketika berbuat maksiat. Jika orang sudah biasa berbuat maksiat, ia
tidak lagi memandang perbuatan itu sebagai sesuatu yang buruk. Tidak
ada lagi rasa malu melakukannya. Bahkan, dengan rasa bangga ia
menceritakan kepada orang lain dengan detail semua maksiat yang
dilakukannya. Dia telah menganggap ringan dosa yang dilakukannya.
Padahal dosa itu demikian besar di mata Allah swt.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Para pelaku maksiat yang seperti itu akan menjadi para pewaris umat yang pernah diazab Allah swt.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ini akibat kedua belas yang menimpa pelaku maksiat.&lt;span class=&quot;arabic&quot;&gt;&lt;br&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Homoseksual adalah maksiat warisan umat nabi Luth a.s. Perbuatan
curang dengan mengurangi takaran adalah maksiat peninggalan kaum
Syu’aib a.s. Kesombongan di muka bumi dan menciptakan berbagai
kerusakan adalah milik Fir’aun dan kaumnya. Sedangkan takabur dan
congkak merupakan maksiat warisan kaum Hud a.s.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan demikian, kita bisa simpulkan bahwa pelaku maksiat zaman
sekarang ini adalah pewaris kaum umat terdahulu yang menjadi musuh
Allah swt. Dalam musnad Imam Ahmad dari Ibnu Umar disebutkan bahwa
Rasulullah saw. bersabda, “&lt;em&gt;Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongannya.”&lt;/em&gt; Na’udzubillahi min dzalik! Semoga kita bukan salah satu dari mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat berbuat maksiat yang ketiga belas adalah maksiat menimbulkan kehinaan dan mewariskan kehinadinaan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kehinaan itu tidak lain adalah akibat perbuatan maksiat kepada Allah sehingga Allah pun menghinakannya.  &lt;em&gt;“Dan
barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang
memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” &lt;/em&gt;(Al-Hajj:18).
Sedangkan kemaksiatan itu akan melahirkan kehinadinaan. Karena,
kemuliaan itu hanya akan muncul dari ketaatan kepada Allah swt. &lt;em&gt;“Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu&lt;/em&gt;….”
(Al-Faathir:10). Seorang Salaf pernah berdoa, “Ya Allah, anugerahilah
aku kemuliaan melalui ketaatan kepada-Mu; dan janganlah Engkau
hina-dinakan aku karena aku bermaksiat kepada-Mu.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat keempat belas, maksiat merusak akal kita&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;arabic&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak mungkin akal yang sehat lebih mendahulukan hal-hal yang hina.
Ulama salaf berkata, seandainya seseorang itu masih berakal sehat, akal
sehatnya itu akan mencegahnya dari kemaksiatan kepada Allah. Dia akan
berada dalam genggaman Allah, sementara malaikat menyaksikan, dan
nasihat Al-Qur’an pun mencegahnya, begitu pula dengan nasihat keimanan.
Tidaklah seseorang melakukan maksiat, kecuali akalnya telah hilang!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat kelima belas, maksiat menutup hati.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Allah berfirman, &lt;em&gt;“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.”&lt;/em&gt;
(Al-Muthaffifiin:14). Imam Hasan mengatakan hal itu sebagai dosa yang
berlapis dosa. Ketika dosa dan maksiat telah menumpuk, maka hatinya pun
telah tertutup.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat keenam belas, pelaku maksiat mendapat laknat Rasulullah saw&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rasulullah saw melaknat perbuatan maksiat seperti mengubah petunjuk
jalan, padahal petunjuk jalan itu sangat penting (HR Bukhari);
melakukan perbuatan homoseksual (HR Muslim); menyerupai laki-laki bagi
wanita dan menyerupai wanita bagi laki-laki; mengadakan praktik
suap-manyuap (HR Tarmidzi), dan sebagainya. Karena itu, tinggalkanlah
semua itu!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat ketujuh belas, maksiat menghalangi syafaat Rasulullah dan Malaikat.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kecuali, bagi mereka yang bertobat dan kembali kepada jalan yang lurus. Allah swt. berfirman, &lt;em&gt;“(Malaikat-malaikat)
yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih
memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun
bagi orang-orang yang beriman seraya mengucapkan: ‘Ya Tuhan kami,
rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan
kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan
peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyla-nyala. Ya Tuhan
kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau
janjikan kepada mereka dan orang-orang yang shalih d iantara
bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan.”&lt;/em&gt; (Al-Mukmin: 7-9)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat kedelapan belas, maksiat melenyapkan rasa malu.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Padahal, malu adalah pangkal kebajikan. Jika rasa malu telah hilang
dari diri kita, hilangkah seluruh kebaikan dari diri kita. Rasulullah
bersabda, &lt;em&gt;“Malu itu merupakan kebaikan seluruhnya. Jika kamu tidak merasa malu, berbuatlah sesukamu.” &lt;/em&gt;(HR. Bukhari)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat kesembilan belas, maksiat yang kita lakukan adalah bentuk meremehkan Allah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika kita melakukan maksiat, disadari atau tidak, rasa untuk
mengagungkan Allah perlahan-lahan lenyap dari hati kita. Ketika kita
bermaksiat, kita sadari atau tidak, kita telah menganggap remeh adzab
Allah. Kita mengacuhkan bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatan kita.
Sungguh ini kedurhakaan yang luar biasa!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Maksiat memalingkan perhatian Allah atas diri kita. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Ini akibat yang kedua puluh.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Allah akan membiarkan orang yang terus-menerus berbuat maksiat berteman dengan setan. Allah berfirman, &lt;em&gt;“Dan
janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah
menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah
orang-orang yang fasik.”&lt;/em&gt; (Al-Hasyir: 19)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Maksiat melenyapkan nikmat dan mendatangkan azab. Ini akibat yang kedua puluh satu.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Allah berfirman, &lt;em&gt;“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka
adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan
sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”&lt;/em&gt; (Asy-Syura: 30)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ali r.a. berkata, “Tidaklah turun bencana melainkan karena dosa. Dan
tidaklah bencana lenyap melainkan karena tobat.” Karena itu, bukankah
sekarang waktunya bagi kita untuk segera bertobat dan berhenti dari
segala maksiat yang kita lakukan?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dan akibat yang terakhir, yang kedua puluh dua, maksiat memalingkan diri kita dari sikap istiqamah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita hidup di dunia ini sebenarnya bagaikan seorang pedagang. Dan
pedagang yang cerdik tentu akan menjual barangnya kepada pembeli yang
sanggup membayar dengan harga tinggi. Saudaraku, siapakah yang sanggup
membeli diri kita dengan harga tinggi selain Allah? Allah-lah yang
mampu membeli diri kita dengan bayaran kehidupan surga yang abadi. Jika
seseorang menjual dirinya dengan imbalan kehidupan dunia yang fana,
sungguh ia telah tertipu!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;——&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;dikutip dari : &lt;a href=&quot;http://www.dakwatuna.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.dakwatuna.com/2008/22-akibat-berbuat-maksiat/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/img/?url=http%3A%2F%2Fsyafii-a.blogdrive.com%2Farchive%2F34.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://syafii-a.blogdrive.com/comments?id=34</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Misteri kakbah n Hajar Aswad</title>
      <link>http://syafii-a.blogdrive.com/archive/33.html</link>
      <pubDate>Thu, 19 Feb 2009 09:35:30 GMT</pubDate>
      <description>Neil Amstrong telah membuktikan bahwa
kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti
melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama
kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar
planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area
yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Para astronot telah menemukan bahwa
planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka
mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website
tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik
penghapusan website tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah melakukan penelitian lebih
lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya
berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat
infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka
mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.
Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki
karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan
Ka’bah di alam akhirat.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama &lt;em&gt;‘Zero Magnetism Area’&lt;/em&gt;,
artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka
jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik
yang sama besarnya antara kedua kutub.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah sebabnya jika seseorang tinggal
di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak
dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika
kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang
oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan
secara ilmiah.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa
batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa
mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah
potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan
bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya
kita.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dalam salah satu sabdanya,
Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga,
warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah
yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) )&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
 
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/img/?url=http%3A%2F%2Fsyafii-a.blogdrive.com%2Farchive%2F33.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://syafii-a.blogdrive.com/comments?id=33</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Tetesan Rindu</title>
      <link>http://syafii-a.blogdrive.com/archive/32.html</link>
      <pubDate>Sat, 30 Jun 2007 00:18:57 GMT</pubDate>
      <description>
          &lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;o:p style=&quot;font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: rgb(0, 102, 0);&quot;&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: rgb(0, 102, 0);&quot;&gt;Tetesan rindu menghiasi laman hati. Tanda diri ini dambakan dirimu.  Menganak air kerinduanku padamu Ibu. Rindu  akan cinta kasih sayangmu nan tiada bertepi. Kau titipkan kasih sayang tuk  semaikan segala bakti agar tertanam rasa budi selalu terpatri di sanubari ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;        &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: rgb(0, 102, 0);&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Aku mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan biasa. Bahkan akupun  tidak dilahirkan untuk menjadi seorang pahlawan. Namun yakinilah ibuku, engkau  adalah sebuah anugerah terindah dari Allah teruntukku dalam menghadapi gejolaknya  dunia ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  Saat dewasa, tapak kaki ini telah kuat menginjak tanah dan tangan pun terkepal  ke angkasa. Namun tiadalah kebahagiaan di hati ini, kecuali segalanya bermuara  pada senyum tulusmu terhadapku. Sesekali sengaja kucoba tuk menarik perhatianmu  terhadapku... Supaya Ibu selalu tersenyum untukku. &lt;br&gt;  Kuingin pulang ke pangkuanmu, bermanja, dan rasa ingin berlari sambil  mendekapimu penuh keharuan. Rindu diri ini, terpendam begitu lama dan rasa  kehilangan pandangan mata ini terhadap orang yang paling berjasa di dunia ini.&lt;br&gt;  Bertahta keibuanmu di sanubari ini. Bahagiaku bahagiamu, deritaku  deritamu, dan deritamu selalu terlihat bahagia di mataku. Ku tak tahu bagaimana  nuranimu begitu tulus, dan tak semudah dibayangkan. cita-citaku berada di pertengahan jalan, bersama  impian tuk merengkuh harapan. Kejar segala keinginan bersama usaha dan doa.  Pantaskan aku tuk melupakanmu walau sejenak? Oh tidak… aku tak sanggup  merasakan kesengsaraanmu oleh ulahku yang tidak berkenan di hatimu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  Duhai jiwaku yang selalu lupa dan nestapa, sekiranya engkau sadar bahwa tanpa  do'a ibunda, niscaya semua masih angan-angan belaka.&lt;br&gt;  Astaghfirullah... ampuni diri ini ya Allah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  Duhai ibunda...&lt;br&gt;  Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap  kata-kata yang tidak berkenan hingga membuat luka hatimu. Maafkanlah pula kalau  kesibukan menghalangi untaian do'a terhatur untukmu. Ampuni diri ananda yang  tak pernah bisa membahagiakanmu, ibunda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  Sungguh, jiwa dan jasad ini ingin terbang ke angkasa lalu luruh di pangkuan,  mendekap tubuh sepuh, serta menangis di pangkuanmu. Hingga terhapuskan  kerinduan dalam riak menganak sungai di ujung mata. Rengkuhlah ananda dengan  belai kasih sayangmu bagai masa kecil dulu. Mengenangkan indahnya setiap detik  dalam rahimmu dan hangatnya dekapanmu. Buailah dengan do'a-do'a hingga ananda  pun lelap tertidur di sampingmu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  Duhai ibunda...&lt;br&gt;  Keindahan dunia tak akan tergantikan dengan keindahan dirimu.&lt;br&gt;  Sorak-sorai pesona dunia pun tak dapat menggantikan gemuruh haru detak jantung  saat engkau memelukku.&lt;br&gt;  Indah... semua begitu indah dalam alunan cintamu, menelisik lembut, membasahi  lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu&lt;span style=&quot;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;          &lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: rgb(0, 102, 0);&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: rgb(0, 102, 0);&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Sungguh aku sayang dan rindu Ibu… nantikan  kehadiran ananda yang ingin berada di pangkuan dan pelukan Ibu …&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div style=&quot;text-align: justify; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: rgb(0, 102, 0);&quot;&gt;     &lt;/div&gt;      
&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/img/?url=http%3A%2F%2Fsyafii-a.blogdrive.com%2Farchive%2F32.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://syafii-a.blogdrive.com/comments?id=32</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Tetesan Embun</title>
      <link>http://syafii-a.blogdrive.com/archive/31.html</link>
      <pubDate>Sun, 11 Feb 2007 16:30:23 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot; align=center&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot;&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;SPAN style=&quot;mso-tab-count: 1&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Bak ungkapan penyair mengatakan, &quot;dirimu bagaikan sesuci dan sebening embun dan cahaya berseri bagai tersinar mentari pagi&quot;. Kata pujangga, embun diumpamakan dengan kesejukan dan kesegaran, embun juga diibaratkan dengan kesucian dan kebeningan. Sejenak, perlu direnungi dan dibayangkan pula bahwa pada setiap pagi kita bisa menikmati suasana begitu hampir tak tersembunyi. Dikala pagi menyingsing mentari, dikala embun turun membasahi ruas-ruas dedaunan, dikala itu pula kesejukan hadir bersama menghiasi suasana dengan penuh pesona.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = &quot;urn:schemas-microsoft-com:office:office&quot; /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; size=2&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot;&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;SPAN style=&quot;mso-tab-count: 1&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Begitulah embun bermunculan setelah melewati kelamnya kegelapan malam yang panjang. Melewati titik hitam dari kesunyian malam hingga hadir sang surya yang senantiasa ceria menemani keindahan pagi. Bersamaan dengan itu pula embun hadir turut menyegarkan suasana yang berawal dari sebuah keindahan, kebaikan, ketenangan, kesegaran, dan kenyamanan dapat dilukis dengan sangat dinamis dan harmonis. Disamping itu juga pada hakikatnya suasana itu sendiri pulalah yang bisa mengantarkan kepada sebuah perubahan. Tidakkah kita melihat embun begitu indah pagi kemaren, pagi ini dan bahkan pagi esok maupun lusa? Bahkan jarang sekali kita menikmati suasana pagi yang sudah cukup memberi &lt;SPAN style=&quot;mso-spacerun: yes&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;kedamaian untuk menemani awal dari segala aktivitas keseharian kita.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; size=2&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot;&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;SPAN style=&quot;mso-tab-count: 1&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Tiadalah ternoda bagi embun yang turun berjatuhan ke bumi. Ia sungguh suci dan turut menabur bakti bagi keindahan bumi. Ia hadir dari atas langit dan turun merelakan diri untuk membasahi bumi waktu pagi. Bahkan debu-debu malampun disapu dan dibasahi oleh titisan embun. Mengantarkan awalnya hari dengan kesucian dan kesegaran. Dengan demikian bumi begitu terasa menawan dan kelihatan terpelihara kembali muda.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; size=2&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; size=2&gt;Embun…&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; size=2&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot;&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;SPAN style=&quot;mso-tab-count: 1&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Manusia yang senantiasa dari masa kemasa berkelana bersama dilema kehidupan. Romantika kehidupanpun telah terlukiskan di benak dan di hati setiap insan. Begitu pula dengan embun, sebuah inspirasi bagi manusia untuk berpikir sejenak akan hal berkaitan antara diri manusia sendiri dengannya. Namun embun itu sendiri adalah kepunyaan hari dan bumi, yang selalu menghiasi perjalanan masa yang dilewati bumi. &lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; size=2&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot;&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;SPAN style=&quot;mso-tab-count: 1&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Di samping itu, bagi manusia embun adalah perumpamaan dari air mata. Air mata hadir namakala manusia melewati berbagai keadaan. Adakalanya manusia dirundung &lt;?xml:namespace prefix = st1 ns = &quot;urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags&quot; /&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;malang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dan duka, kesusahan dan penyesalan, bahkan bahagia sekalipun yang kesemua itu hadir bersama deraian air mata.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; size=2&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot;&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;SPAN style=&quot;mso-tab-count: 1&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Air mata itulah sebuah inspirasi bagi manusia. Membuat keadaan kepada perubahan bagi manusia. Menciptakan rasa ingin mendambakan kebaikan dan selalu berkekalan dengannya. Dikala susah dan duka manusia mendambakan kebaikan bersama deraian air mata. Dikala senang dan bahagiapun manusia meneteskan air mata ingin berkekalan dengan kebaikan tetap bersamanya.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; size=2&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot;&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;SPAN style=&quot;mso-tab-count: 1&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Perjalanan kehidupan manusia kadang melewati fase penyesalan setelah melewati kelamnya kehidupan. Berakhir dengan tetesan air mata penyesalan petanda keinsafan. Air mata adalah sumber inspirasi sebuah penyesalan dan pengakuan dosa seorang hamba. Linangan air mata juga petanda sebuah ketidak-mampuan seorang hamba ke hadapanNya. Sebesar apa deraian air mata sebesar itu pulalah keinsafan yang hadir pada dirinya.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; size=2&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot;&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;SPAN style=&quot;mso-tab-count: 1&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Namun di samping itu pula, tetesan air mata juga bertolak belakang dengan bentuk ujud fatamorgana. Dipandang dari kejauahan umpakan air pelepas dahaga kehausan, yang dikejar tiadakan dapat diperolehi. Begitulah ibaratnya kehidupan seseorang yang giat mengejar dunia, tampak menyenangkan dan mempesona. Sungguh selalu dikejar akan membuat diri akan serasa penat dan melelahkan. Begitulah kiranya mengejar kemewahan tanpa memperhatikan etika kehidupan yang baik.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; size=2&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot;&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;SPAN style=&quot;mso-tab-count: 1&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Namun sebaliknya, bagi seorang insan yang senantiasa hendak mengejar kehidupan yang lebih nyaman dan bahagia perlu ia perhatikan dan berusaha untuk selalu mencermati dari kealamian sifat embun itu tadi. Yang mana kealamian tersebut adalah kesejukan. Dengan suasana penuh kesejukan maka akan terlihat keasriannya, dan akan lebih tampak berseri dengan dipancari oleh sinaran di ufuk pagi.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/img/?url=http%3A%2F%2Fsyafii-a.blogdrive.com%2Farchive%2F31.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://syafii-a.blogdrive.com/comments?id=31</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Buatmu Kekasihku</title>
      <link>http://syafii-a.blogdrive.com/archive/30.html</link>
      <pubDate>Sat, 03 Feb 2007 06:37:33 GMT</pubDate>
      <description>&lt;DIV&gt;Bersyukur sungguh ku kepada Allah atas segala nikmat yang paling besar hari ini. Kutelah memilikimu, dan dirimu juga telah memilikiku seutuhnya. Karena saatnya telah tiba untuk kita bina bersama mahligai impian menjemput cinta dan kasih sayang serta keridhaan Allah Swt.&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Kuakui sepenuhnya kekasihku… betapa berat perjuangan ini dalam merentas cinta kasih untuk mendapatkanmu sebagai pujaan hati yang bertalikan kasih Ilahi. Semua itu kulalui jua, karena keyakinan ini telah kuat untuk selalu berpegang teguh dengan ketentuannNya. Tentu apalah daya sebenarnya sebagai hamba yang selalu kekurangan, yang ingin mandambakan kebaikan, semestinya harus memiliki keimanan untuk selalu berprasangka baik terhadap ketetapanNya. Untuk itulah aku selalu bermohon kepadaNya agar aku dipertemukan pendamping dan pengokoh kesetiaan benar-benar pilihan yang terbaik.&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Di sebalik itu, bukanlah mudah nak menyatakan keyakinan ini begitu mulusnya berjalan tanpa aral melintang. Aku harus meneliti jalan-jalan mana yang perlu ditempuh. Ada jalan tak dikenal kutemui, ada juga jalan buntu kudapati, serta jalan yang berliku penuh kerikil tajam pula kutempuhi. Karena begitu banyak jalan yang tak pasti, baru kutahu, bahwa aku harus mencari penunjuk jalan kebenaran. Tiada lain ku meminta jalan tersebut selain kepada sang pemberi petunjuk Ilahi Rabbi.&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Bersama jalan berliku penuh kerikil, banyak kudapati dan kuteliti pemandangan jalan yang mesti kupelajari. Diantaranya ada jalan yang mesti ku ikuti dan ada juga jalan yang mesti dijauhi dan kuhindari. Tentu yang harus kuikuti jejak jalannya para pemburu cinta yang sejati dan hakiki. Jalan yang semata mengharap cinta dan kasih Allah Swt.&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Disamping itu, tidak sedikit pula kudapati jalan-jalan yang perlu kujauhi. Jalan-jalan yang berlambangkan cinta semu. Tentu jalan tersebut adalah jalan yang melukiskan pemandangan dengan tinta yang penuh coretan birahi dan emosi. Mempunyai gambaran seperti rasional dan pasti, tapi kenyataannya bohong dan hampa. Tentu saja jalan itu yang mensyaratkan dengan bercinta kasih dahulu sebelum terbinanya mental dan keinginan kuat untuk membuat ikatan suci. Ku ketahui bahwa hal itu adalah semu yang pastinya kaku dan keliru untuk ditiru.&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Dinda kekasihku… sekali lagi kukatakan berat memangnya perjalanan ini. Semua kujalani penuh dengan dugaan, entah itu praduga baik maupun tidak baik. Ketika di dalam perjalanan mencarimu penuh dengan kelelahan. Yah… ketika itu aku tidak mengenalimu, tapi aku tidak menafikan bahwa aku merindukanmu, walau ketika itu aku tidak tahu siapa kurindui dan mengapa demikian. Bahkan terkadang aku menangis, tak tahu mengapa jadi begitu. Apakah ini fitrah sebenarnya aku tak tahu. Namun kutahu, aku seorang lelaki pada hakikatnya bisa mencari dan memilih. Tapi tidak dipungkiri sebenarnya, bukan mudah nak melakukan semua itu. Karena aku yakin sekali bahwa kebaradaanku hakikatnya di bawah ketentuanNya. Walau demikian, kesulitan ini kujalani jua dengan bersabar agar tetap selalu dibimbing olehNya yang maha berkehendak, dan selalu tetap berada pada kebaikan di hadapanNya dan tidak menyimpang dari ketetapan yang telah digariskan. Walau kutahu banyak godaan yang selalu menyapa.&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Walau demikian yakinlah Isteriku tercinta... Dengan tulus ikhlas aku menyatakan bahwa aku menyintai sepenuh hati. Karena aku yakin dengan perjuangan begitu sulit telah kulalui untuk betemu denganmu. Dan dengan penuh keyakinanku, Bahwa darimulah betul-betul pilihan terbaik untukku. Maka terimalah diriku seadanya. Mari kita mulai hidup ini dengan menghadapi segala tantangan ke depan penuh keikhlasan.&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Nur Kasih&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;by: In Team&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;
&lt;DIV&gt;Bagaikan permata di celahan kaca&lt;BR&gt;Kedipnya sukar untuk dibezakan &lt;BR&gt;Kepada-Mu Tuhan ku pasrah harapan&lt;BR&gt;Moga tak tersalah pilihan&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Nur Kasih Mu mendamai di kalbu&lt;BR&gt;Jernih setulus tadahan doaku&lt;BR&gt;Rahmati daku dan permintaanku&lt;BR&gt;Untuk bertemu di dalam restu&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kurniakan daku serikandi&lt;BR&gt;Penyejuk di mata penawar di hati&lt;BR&gt;Di dunia dialah penyeri&lt;BR&gt;Di syurga menanti… dia bidadari&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kekasih sejati teman yang berbudi&lt;BR&gt;Kasihnya bukan ketepaksaan&lt;BR&gt;Bukan jua kerana keduniaan&lt;BR&gt;Mekar hidup disiram Nur Kasih&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ya Allah…&lt;BR&gt;Kurniakanlah kami&lt;BR&gt;Isteri dan zuriat yang soleh&lt;BR&gt;Sebagai penyejuk mata&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kurniakan daku serikandi&lt;BR&gt;Penyejuk di mata penawar di hati&lt;BR&gt;Di dunia dialah penyeri&lt;BR&gt;Di syuga menanti… dia bidadari&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kekasih sejati teman yang berbudi&lt;BR&gt;Kasihnya bukan keterpaksaan&lt;BR&gt;Bukan jua kerana dunia&lt;BR&gt;Mekar hidup ini disirami Nur Kasih&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Di tangan-Mu Tuhan ku sandar impian&lt;BR&gt;Penentu jodoh pertemuan&lt;BR&gt;Seandai dirinya tercipta untukku&lt;BR&gt;Relaku menjadi miliknya…&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/img/?url=http%3A%2F%2Fsyafii-a.blogdrive.com%2Farchive%2F30.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://syafii-a.blogdrive.com/comments?id=30</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Permata Ibu</title>
      <link>http://syafii-a.blogdrive.com/archive/29.html</link>
      <pubDate>Thu, 04 Jan 2007 12:31:43 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = &quot;urn:schemas-microsoft-com:office:office&quot; /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; color=#000099 size=3&gt;Suatu ketika ada seorang Ibu pejabat sedang pergi kunjungan dinas ke suatu perkampungan yang permai. Dalam kunjungan tersebut, singgahlah Ibu tersebut di salah satu rumah penduduk disana. Tiada lain rumah itu adalah kediaman salah seorang tokoh masyarakat kampung tersebut. Sesampainya di rumah tersebut, Ibu tadi disambut seorang wanita separuh baya yang seusia dengannya, penampilanya yang sederhana lagi sopan perawakannya dengan memberi senyuman yang manis. Ibu tersebut mempersilahkan tamunya itu masuk ke rumahnya yang tampak kecil dan sederhana, tapi nyaman suasananya.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; color=#000099 size=3&gt;Sambil mempersilahkan tamu kehormatan masuk ke rumahnya, dan menjamu alah kadarnya. Tidak lupa Ibu tersebut selalu memberi perhatiannya yang penuh terhadap tamunya seorang Ibu pejabat pemerintah daerah itu. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; color=#000099 size=3&gt;Tak begitu lama dalam perbincangan mereka, seketika terlihatlah oleh tamu tadi di sudut ruangan tamu di atas lemari kayu sederhana. Disana beliau melihat sebuah foto ukuran tak begitu besar sedang menghiasi lemari tersebut. Tiada lain foto itu adalah gambar keluarga tuan rumah tadi. Dengan sedikit memberi respon tamu tadi berkata kepada Ibu tersebut, &quot;wah keluarga Ibu termasuk keluarga besar ya?&quot; dengan sedikit memberi senyuman Ibu tadi berkata: &quot;Itu karunia Allah yang perlu disyukuri&quot;.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; color=#000099 size=3&gt;Tamu tadi balik bertanya, &quot;tapi kenapa di rumah Ibu begitu sunyi dari keramaian anak-anak Ibu yang ada di foto itu?' Dengan sedikit ada binar matanya yang tegar, Ibu itupun berucap: &quot;semua purta-putri saya ada di foto itu tidak berada disini. Mereka semua lagi menimba ilmu keluar dari kampung sini. &lt;?xml:namespace prefix = st1 ns = &quot;urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags&quot; /&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;Ada&lt;/st1:City&gt; yang keluar negeri, ada yang masih nyantri, ada kuliah di &lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;, dan ada yang lagi penelitian studi bidang kelauatan.&quot;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; color=#000099 size=3&gt;Balik tamu Ibu pejabat tadi berkata: &quot;ternyata Ibu adalah seorang Ibu yang kaya raya, mempunyai aset yang tidak ternilai harganya, dan memiliki kebahagiaan yang sempurna.&quot; Dengan sedikit tawadhu Ibu tersebut berkata: &quot;dengan sedikit harapan kepada Allah, akan kutitipkan doa untuk putra putriku yang jauh disana, kebahagiaanku hanyalah pada Allah, sebab Dialah yang menjaminkan kebahgiaan, kesuksesan, kebaikan buat anak-anakku. Aku tak tau bagaimana bisa mengetahui keadaan mereka sekarang. Yang jelas harapanku bergantung di atas kehendakNya. Yang pasti untaian doa tak putus-putusnya kupanjatnya demi keselamatan buah hati tercinta.'&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; color=#000099 size=3&gt;Ibu oh Ibu… begitulah seorang Ibu.bahagianya tidak dikatakan bahagia, deritanyapun tidak dikatakan derita. Bahagia dia rasakan ketika melihat anaknya gembira, walau dirinya ada derita di atas kebahgiaannya. Deritanya terasa bahagia, walau susah sekalipun menghadang dia tetap bahagia. Walau terkadang putra-putrinya belum jelas sejati dirinya dalam menempa diri. Namun disana baginya ada celah kebahagiaan tersendiri, bahwa anaknya dalam keadaan selamat dan tidak gundah dalam menjalani kehidupan. Deritapun demikian, ada celah penderitaanya, padahal bukan dirinya yang derita, malah kecemasannya yang mendalam terhadap anak-anaknya. Terkadang itu yang tidak bisa kita mengerti dengan hal demikian.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; color=#000099 size=3&gt;Setidaknya kita bisa meraba perasaanya. Bahwa suatu saat kita akan didambakan olehnya keberhasilan kita. Bagi penuntut ilmu, Ibunda berharap agar kita berhasil dengan hasil yang memuaskan. Dengan bisa meraba itu, berbenah dari sekarang adalah jalan yang tepat. Supaya kita ambil tau tentang kecemasannya terhadap kita. Agar permata yang diharap akan segera terbit memancarkan sinar di lubuk hatinya. Agar kita menjadi permata hatinya yang paling berharga.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/img/?url=http%3A%2F%2Fsyafii-a.blogdrive.com%2Farchive%2F29.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://syafii-a.blogdrive.com/comments?id=29</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Baju Koyak Itu</title>
      <link>http://syafii-a.blogdrive.com/archive/28.html</link>
      <pubDate>Thu, 21 Dec 2006 13:44:28 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = &quot;urn:schemas-microsoft-com:office:office&quot; /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; size=3&gt;Ibu kemaren aku beli baju baru. Menarik dan indah dipandang mata. Baju switer tebal sedikit menambah &lt;?xml:namespace prefix = st1 ns = &quot;urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags&quot; /&gt;&lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;gaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; dan memberi kesan bagi yang memandangnya. Tapi aku kesal sedikit, baju yang kubeli itu sudah robek. Padahal kali pertamanya aku cuci, setelahnya tak bisa dipakai lagi. Robeknya pun bukan pada benang jahitan, malah yang robeknya di tengah-tengah baju seperti bolong kelihatannya. Tak tau entah kenapa sebabnya. Aku kesal sendiri, mengapa jadi begitu. Harganya juga lumayan mahal.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; size=3&gt;Aku bukannya tak bersyukur pada Allah dengan ini bu? Aku heran aja. Tapi aku baru beli masalahnya. Aku juga bukan mengumpat salahkan siapa-siapa, apalagi sama penjualnya. Tidak pula aku bosan lihat pelayan toko yang menawarkan pakaian agak sedikit kasar dan perawakannya kurang dikategorikan sebagai pelayan yang ramah. Juga bukan bosan dengan para pembeli yang menawarkan harga sekehendak hatinya, apalagi memilih segala baju yang tawarkan setelah itu dibiarkan aja baju itu berserakan kemana-mana dan meninggalkan tanpa mengjhiraukan keluhan pelayan dengan tingkahnya seperti itu.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; size=3&gt;Disamping itu&amp;nbsp;kadang aku jengkel juga dengan pelayan toko yang sengaja menarik-narik tanganku, supaya aku singgah di tokonya untuk melihat-lihat segala koleksi baju terbaik dan katanya baju itu tiada lain yang pantas memakainya kecuali aku. Tak peduli aku dengan semua gombal bujuk rayuannya itu, yang pasti maunya dia bagaimana bisa manawan minat kepada calon pembeli untuk tertarik dengan ajakan dia. Dalam hatiku asalkan dia berprilaku baik ajalah.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; size=3&gt;Ibu… Aku sengaja mengingatimu, sejak kemaren aku ceritakan. Apa yang terbesit di hati hanyalah agar Ibu mengetahui maksudku dan tak mau Ibu berkecil hati denganku. Sungguh akupun merasakan jika engkau berkecil hati, tapi bukan maksud tuk berbuat demikian. Kekhawatiran segera menyelinap di balik sanubari ini, kelu lidahku untuk berucap. Tapi yakinlah Ibu… kata hatiku tetap berpihak kepadamu bahwa kebenaran berada padamu.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; size=3&gt;Semula kulihat baju yang koyak ini. Sesekali aku merasakan kesal. Kekesalan ini bukan pada baju itu, melainkan pada diri sendiri, kenapa aku berkata demikian pada Ibu. Walau engkau selalu menimpal untuk mengelak dari segala keluhanku tentang baju itu. Entah memang salah pilih, atau tak diperiksa dulu sebelum dibeli, supaya aku tidak besu'uzhan kepada siapapun.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; size=3&gt;Percayalah Ibu, tentang kekhilafan aku dalam berucap kepadamu, walau aku berniat untuk kebaikan yang perlu dipersiapkan, memang rasanya tak tepat bagiku tuk mengatakan hal demikian. Aku tau juga engkau mengelak dari keluhanku, supaya aku tidak ada prasangka kurang baik tentang diriku. Karena telah menyatakan di depanmu, tentang begitu sialnya diriku dengan kejadian &lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;baju&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; koyak ini. Sehingga aku mengatakan mungkin rezekiku belum berkah atau aku kurang bersedekah, sehingga merasa rugi oleh kejadian seperti ini.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; size=3&gt;Sesaat kulihat engkau begitu terkilan dengan keluhanku. Akupun segera sadar dengan ucapanku tadi. Rezekiku rezekimu juga. Rezekiku bersumber dari peras keringat banting tulang selama ini engkau persembahkan bersama ayah demi menggapai impian menjemput cita-citaku. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; size=3&gt;Maafkan aku Ibu… dengan ulahku membuat dirimu terkilan. Semoga ayah dan juga ibu selalu dicucuri keberkahan dalam mencari nafkah yang siap disalurkan bagi anak-anakmu yang mendambakan keberkahan hidup di dunia ini. Inilah yang anakmu persembahkan sebagai penyerta maaf dan doa. Semoga Allah mengaruniakan kepadamu yang terbaik dari-Nya.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal dir=ltr style=&quot;TEXT-JUSTIFY: kashida; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; DIRECTION: ltr; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; TEXT-KASHIDA: 0%&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; size=3&gt;********&amp;nbsp; Tulisan ini sengaja disampaikan kepada mereka-mereka (para orang tua)&amp;nbsp;yang telah bersusah payah menafkahi keluarganya dengan mengharap keberkahan dan keridhaan Allah semata. *********&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/img/?url=http%3A%2F%2Fsyafii-a.blogdrive.com%2Farchive%2F28.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://syafii-a.blogdrive.com/comments?id=28</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Kembali lagi...?!!</title>
      <link>http://syafii-a.blogdrive.com/archive/27.html</link>
      <pubDate>Tue, 22 Aug 2006 13:45:35 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P&gt;&lt;FONT face=&quot;Tahoma, Arial, Helvetica&quot; color=#009900&gt;Assalamualaikum semua...&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&lt;FONT color=#009900&gt;Dah lama kiranya ana g pernah mengotak-atik blog ni... Maklum sempat kehilangan paswod nieeehh.. Tapi alhamdulillah ketemu juga, karena diingat2.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&lt;FONT color=#006600&gt;'Ala kulli hal, mulai dengan niat ikhlas baru, suasana baru lagi akan diperbaiki. Walau pada tampilannya tidak baru, namun pokoknya adalah nantinya hal2 yang baru untuk di tampil di blog ini.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&lt;FONT color=#006600&gt;Dukungan semua kami harapkan...&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&lt;FONT color=#006600&gt;Semoga dengan segala media yang bisa kita pergunakan dapat memberi manfaat dan bernilai positif bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Itulah yang sangat diharapkan bagi kita masing2. Tapi di atas segalanya kita berharapkan punya nilai ibadah di sisi Allah SWT, di samping itu semua tentulah tergantung niat awal kita, yaitu IKHLAS KARENA ALLAH SEMATA.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&lt;FONT color=#006600&gt;ILAHI... ANTA MAQSUDI... WARIDHAKA MATHLUBI...&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/img/?url=http%3A%2F%2Fsyafii-a.blogdrive.com%2Farchive%2F27.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://syafii-a.blogdrive.com/comments?id=27</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Bersyukur</title>
      <link>http://syafii-a.blogdrive.com/archive/26.html</link>
      <pubDate>Mon, 12 Dec 2005 13:17:21 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P&gt;Besyukur dengan apa yang ada, memaknai kehidupan dan memberi sumbangsih yang berarti. Hidup berlalu membawa berbagai aksi dan peristiwa. Kesenangan dan tawa serta kesengsaraan dan pilu, asam garam dan pahit manisnya kehidupan kan terus dijalani umat manusia. Masalah merupakan suatu keterampilan yang harus dikerjakan. Bahkan masalah merupakan suatu pekerjaan yang lazim dipelajari dan direntasi untuk menuju ke masalah yang baru.&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Masalah bukanlah suatu yang dianggap salah, masalah merupakan suatu pijakan yang sah untuk mengislah yang selalu&amp;nbsp;ingin tertuju&amp;nbsp;kepada titik yang absah. Karena masalah itu sendiri adalah pelajaran kehidupan untuk mengatasi kesulitan. Maka itu hendaklah&amp;nbsp;manusia itu sendiri&amp;nbsp;senantiasa bersyukur. Apa adanya Dialah yang menilai, sejauh mana hamba bisa bersyukur setelah melewati masalah yang Ia berikan. Besar kecilnya ikhtiar dan usaha manusia untuk mengabdi diri kepadaNya sangatlah kecil nilainya dibandingkan dengan karuniaNya yang telah diberikan kepada manusia.&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Kehidupan merupakan cobaan dan ujian dari Allah swt. semata ditujukan buat hamba-Nya. Sebagai Kalifah Allah di muka bumi, manusia diberi akal pikiran dan hati untuk bertindak. Bahkan kehidupan hanyalah sebuah perjalanan yang cukup panjang menuju jalan keabadian. Dengan pikiran manusia senantiasa menempa kehidupan untuk berbuat dan merancang. Baik buruknya perbuatan manusia akan dipertanggungjawan&amp;nbsp;ke hadapan&amp;nbsp;Yang Maha Kuasa. Karena pada intinya manusia dihidupkan di bumi ini hanyalah untuk mengabdikan diri kepada-Nya.&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/img/?url=http%3A%2F%2Fsyafii-a.blogdrive.com%2Farchive%2F26.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://syafii-a.blogdrive.com/comments?id=26</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Kesenjangan</title>
      <link>http://syafii-a.blogdrive.com/archive/25.html</link>
      <pubDate>Sun, 04 Dec 2005 09:15:53 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P align=center&gt;Dengan kenikmatan, hidup ini menjadi berarti bagi seseorang. Namun arti suatu kenikmatan takkan didapat pada panjangnya rantai emas, atau tingginya martabat dan kedudukan, juga mulianya keturunan. Dan sudah menjadi kebiasaan manusia berlari di belakang benda ini untuk mengejarnya.&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;Jarang manusia tahu, bahwa kenikmatan hidup ini terletak pada kemampuan untuk berfikir, berbuat dan beramal demi prinsip-prinsip yang diperjuangkan.&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;Dan pendidikan adalah modal utama bagi umat, selamanya tak akan pernah hilang ditelan masa walau sedikitpun. Karena kehidupan ini terikat dengan unsur benda duniawi, juga perdagangan. Namun bukan bermaksud mengumpulkan hitungan harta bagi seseorang karena cintanya pada harta, tapi maksud utama dengannya harus mempunyai cita-cita yang tamak untuk menggapai kemuliaan.&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;Prinsipnya pertama: Harta harus di tangan, bukan di hati.&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;Kedua: Bekalnya adalah sudah diinfakkan (untuk akhirat), bukan yang tersisa di tangan.&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;Ketiga: Sekarang hari-hari untuk beramal tanpa hisab, esok hari penghisaban tanpa amal.&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;Kenapa selalu saja dalam hidup ini terpisahkan dan terkelompokkan dalam kelas yang dibuat oleh manusia? Dimana dindingnya status sosial yang keji. Bagaimana tidak, disana ada masyarakat yang menanam padi, tapi dia tidak bisa makan nasi, kecuali singkong. Dia berternak kambing, tapi tak pernah makan dagingnya apalagi minum susunya. Dialah yang menanam kapas, tapi dia terus yang telanjang karena tak punya pakaian. Di pundaknya berpuluh-puluh kilometer jalan jalan indah dibangun, setelah diresmikan, justru dia pertama kali orang yang dilarang melaluinya, karena tak sanggup membayar keindahan. Dan yang lebih menyedihkan, bertingkat-tingkat perncakar langit didirikan dengan tenaganya, namun tempat tinggal mereka semata cuma gubuk-gubuk saja.&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;Pada sisi lain, sekelompok manusia berbajukan sutera, berkalungkan emas murni, dan tinggal di dalam istana yang megah, sedikitpun tapa berjuang untuk hidup ini.&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;Hal yang tak menyenangkan inni, seringkali orang-orang berteriak menyalahkan kaidah, bukan mereka ynag mengatur. Lalu berusaha berfikir untuk meletakkan kaidah baru di dalam segala hal, dengannya berharap mencapai perbaikan yang besar.&lt;/P&gt;
&lt;P align=justify&gt;Sungguh cara seperti ini, sama saja mereka yang hidup di rumah yang tak beratap, berusaha agar tak tersengat sinar matahari dengan cara merubah letak perabotan dan hiasan dinding saja. Tentu yang didapat hanya capek dan menghabiskan waktu.&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/124002/img/?url=http%3A%2F%2Fsyafii-a.blogdrive.com%2Farchive%2F25.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://syafii-a.blogdrive.com/comments?id=25</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
